Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

We are thinkers.

 Ada satu kalimat yang terus bersemayam dalam kepala saya sejak mengunjungi Apartheid Museum di South Africa,  “WE ARE THINKERS” Semakin saya mengingatnya, semakin saya merasa kalimat itu bukan sekadar tentang kecerdasan manusia. Jauh lebih mendasar, ia berbicara tentang salah satu hakikat kita sebagai manusia yaitu kemampuan untuk menyadari bahwa dunia tidak harus selalu berjalan sebagaimana adanya. Kita adalah makhluk yang bertanya. Mempertanyakan apa yang dianggap benar, mengingat apa yang berusaha dilupakan, dan membayangkan sesuatu yang belum pernah ada. Dari sanalah muncul kemungkinan bahwa apa yang hari ini terasa biasa, sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang berbeda. Mungkin, di situlah akar kemerdekaan. Sebab sebelum manusia membebaskan diri dari sistem yang menindas, ia harus terlebih dulu mampu membayangkan kehidupan di luar sistem tersebut. Berani mengatakan ini tidak adil, ini tidak semestinya begitu, dan kita bisa hidup dengan cara yang lain. Pada akhirnya, kemerde...